Ada Cinta Dibalik Corona

Ada Cinta Dibalik Corona

Drs. H. Ahmad Hudaya., M.Ag*

Sebulan terakhir Indonesia dibuat terguncang dengan adanya virus corona. Virus yang awalnya dari China ini sudah menyebar luar ke beberapa negara di dunia. Warga +62 dibuat panik meskipun ada yang apatis.

Di tengah-tengah isu santer tentang virus yang mematikan dan release resmi presiden Jokowi tentang adanya dua warga negara Indonesia bahkan sekarang menjadi empat yang terpapar virus menakutkan ini, ada baiknya kita merenung bahwa sebenarnya kematian yang terjadi di sekeliling kita telah mengajarkan bahwa kematian itu sedemikian seringnya terjadi.

Jika tidak di kampung kita, ya di kampung sebelah. jika tidak di desa kita, ya di desa sebelah. jika tidak di tempat bekerja kita, ya di tempat bekerja sebelah, dan seterusnya.

Kematian yang terjadi sering karena sebab-sebab tertentu. karena sakit. karena kecelakaan lalu lintas, dan lain-lainnya. kematian juga sering bukan karena sebab-sebab tertentu. kita kaget seakan tak percaya ketika kenalan yang tadi malam berbincang-bincang dengan kita yang sehat-sehat saja, pagi-pagi dikabarkan telah meninggal. teman futsal kita yang sehat tiba-tiba jatuh lemas saat warming-updan jiwanya tak tertolong lagi.

Ini pelajaran berharga bagi kita sebagai hamba-Nya yang mempercayai kehidupan abadi setelah kehidupan sementara di dunia ini. pelajaran bahwa kematian akan datang sewaktu-waktu menjemput kita pada akhirnya. Tanpa ada pemberitahuan dan pengurangan waktu sedetik pun.

Kita yang lupa Tuhan, harus kembali mencintai-Nya. Dan pada gilirannya, semua amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Lalu pertanyaannya sekarang adalah apakah kita telah siapkan bekal untuk itu?

Wallahul musta’an ila thariq al-jinan.

Ya Rabb shalli ‘ala Muhammad
Wasluk bina Rabb khair madzhab

*Dosen BKI IAIN Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *