Corona dan Kesehatan Mental Kita (Bagian 2)

Corona dan Kesehatan Mental Kita (Bagian 2)

Vera Imanti, M.Psi., Psikolog*

Pertama; Penyesuaian Psikologis Terkait Perubahan Aktivitas

Perubahan aktivitas keseharian secara drastis cukup membutuhkan energi. Perlu untuk mengubah kebiasaan sehari-hari dengan menyusun ulang aktivitas harian selama lockdown.Reschedulekegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur malam. Hal ini berlaku untuk siapapun, anak-anak dengan tugas sekolah, para orang tua, para pekerja, maupun mahasiswa. 

Aktivitas di pagi hari tetap dilakukan seperti sarapan pagi, mandi pagi, atau olah raga pagi. Hal ini bertujuan untuk membentuk pemikiran bahwa hari ini pun tetap ada aktivitas rutin yang harus dilakukan. Dengan demikian tetap bersemangat melewati hari dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Menjadikan hal tersebut menyenangkan karena dilakukan dengan hal yang berbeda. Kurangi mengeluh karena akan menumbuhkan emosi dan pikiran negatif, sehingga motivasi menurun lagi.

Berfikir positif dengan cara dapat mengambil hikmah, serta bersyukur. Kondisi ini akan menjagamooddan motivasi. Banyak hal menyenangkan yang dapat dilakukan di rumah. Misalnya menjadi lebih dekat dengan anggota keluarga, tidak diburu-buru waktu karena perjalanan ke kantor, menggunakan pakaian yang nyaman di rumah, dapat mengerjakan banyak hal sesuai hobi dan kesukaan, quality time, menyusun ulang ruangan, membaca buku. Lakukan aktivitas tersebut dengan senang hati, agar kita tidak terpaku ke pekerjaan yang monoton.

Kedua; Asupan Sehat Informasi Virus Covid-19

Cerdas dan bijak dalam mengkonsumsi berita terkait virus covid-19. Jangan sampai yang dikonsumsi justru meracuni kondisis psikologis diri. Setiap informasi yang didapatkan akan diolah oleh kemampuan analisa individu, mencoba memahami dan mencerna informasi, kemudian menjadi sebuah kesimpulan. Kesimpulan tersebut bisa saja benar atau salah, kesimpulan yang salah dan diyakini akan menjadi pemikiran yang buruk. Di mana akan mempengaruhi kondisi emosi, dan perilaku yang kurang tepat.

Pilih informasi yang jelas sumbernya, jangan hanya membaca judul berita, baca juga isinya. Jangan membaca potongan berita atau potongan video. Jika pun itu dilakukan cari sumber penguat yang lain. Tidak terburu-buru untuk membagikan berita yang belum pasti. Mencari berita-berita positif, misalnya hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah, asupan makanan, serta pola hidup. Memberikan komentar positif dalam bentuk memotivasi, mengingatkan, dan menentramkan. Cari informasi yang menunjukkan data kesembuhan secara akurat.

Ketiga;Mindfullnes, Ikhtiar dan Berdoa

Sudah banyak yang menjadi contoh cara menangani, mengatasi, saran, serta aturan yang tersebar melalui berbagai media. Gunakan hal tersebut sebagai pembelajaran, jangan sebagai hal yang menimbulkan ketakutan. Ikuti aturan dan anjuran, pelajari pengalaman orang atau negara yang sudah melakukannya. Tingkatkan kesadaran diri (mindfullnes) dalam mengatasi berita, lockdown, social distancing, panic buying. Dari mindfullnes individu tergerak untuk melakukan ikhtiar, misalnya tetap di rumah, sering mencuci tangan, termasuk tetap menjaga kesehatan mental.

Tingkatkan ibadah, terus berdo’a untuk semua. Semakin memiliki waktu untuk melakukan muroja’ah, membaca Al Qur’an, mendengarkan kajian, berdiskusi dengan keluarga, serta menambah ibadah-ibadah sunah. Ikut memantau kegiatan kemanusiaan, lebih baik lagi jika turut serta meskipun tidak secara langsung.

Insya Allah dengan melakukan hal-hal tersebut kita dapat menjadi individu yang mampu menyesuaikan kondisi psikologis kita. Selain fisik dan psikis mendapatkan asupan yang sehat, juga tetap dapat bermanfaat untuk orang lain. Tetap berfikir positif, karena dari berfikir positif maka akan mempengaruhi kondisi emosi, kemudian menentukan bagaimana individu berperilaku. Keep mental healty gaes.

*Dosen Prodi BKI IAIN Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *